5 Hal yang Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Memilih Dana Cepat

Tersedianya dana cepat lewat KTA atau Kredit Tanpa Agunan, memang banyak membantu perekonomian masyarakat. Saat Anda membutuhkan duit dalam waktu cepat dan tak memiliki aset untuk dijadikan jaminan, mengambil KTA merupakan pilihan yang tepat. Walau begitu, sebelum Anda memutuskan mengambil KTA, pertimbangkan dulu beberapa hal berikut ini.

  1. KTA Memiliki Limit Kredit yang Bisa Dipinjam

Sebelum Anda mengajukan KTA, Anda harus menyesuaikan banyak dana yang akan Anda pinjam, dengan plafon atau dana maksimal yang bisa dipinjamkan. Umumnya, kisaran dana KTA yang dipinjamkan bank, mulai dari Rp5.000.000 hingga Rp300.000.000 saja. Jika kebetulan Anda membutuhkan dana yang lebih banyak, sebaiknya pilih jenis kredit selain KTA.

  1. Bank Tempat Anda Melakukan Pinjaman KTA

Setiap bank memiliki kebijakannya tersendiri dalam memberikan pinjaman KTA. Perbedaan bisa dari segi jumlah pinjaman, bunga angsuran, dan biaya pendukung lainnya. Jadi, sebaiknya Anda mencari tahu dulu rincian kebijakan dari masing-masing bank, terkait pinjaman KTA ini. Perbandingan yang Anda lakukan, akan mempermudah Anda memilih yang paling cocok.

Selain itu, Anda juga harus tahu bahwa beberapa bank mengharuskan calon peminjam, untuk sudah memiliki rekening di bank tersebut. Jadi, jika kebetulan Anda sudah memiliki rekening di salah satu bank, ajukan saja pinjaman KTA di sana. Biasanya, akan ada privilege yang diberikan pada nasabah, yang ingin mengajukan pinjaman KTA di bank tempatnya menabung.

  1. Suku Bunga yang Harus Dibayarkan Setiap Bulannya

Sama dengan jenis kredit lainnya, saat Anda mengajukan pinjaman KTA, maka Anda tahu bahwa nantinya Anda harus membayarkan sejumlah bunga. Khusus untuk bunga pinjaman KTA, besarannya sekitar 10% hingga 23%. Besaran suku bunga antara satu bank dengan bank lain akan berbeda, jadi jelilah Anda dalam memilih bank tempat melakukan peminjaman.

Suku bunga yang dipakai untuk KTA ada dua jenis, yaitu suku bunga tetap (fixed rate) dan suku bunga mengambang (floating rate). Jika Anda memilih suku bunga tetap, maka jumlah angsuran yang Anda bayar akan sama setiap bulannya. Kalau Anda memilih suku bunga mengambang, maka angsuran bisa naik dan turun, sesuai dengan suku bunga acuan.

  1. Biaya Lain yang Harus Dibayar Selain Angsuran Tetap

Selain angsuran beserta bunga yang harus Anda bayar setiap bulannya, terdapat beberapa biaya lain yang kemungkinan juga harus Anda bayarkan. Biaya itu meliputi biaya provisi, biaya percepatan pelunasan, denda keterlambatan, biaya tahunan, biaya meterai dan biaya asuransi. Jadi, jangan heran nanti jika biaya angsuran Anda melebihi ketetapan awal angsuran.

Pertama, ada biaya provisi atau biaya yang dibebankan pada peminjam saat pinjaman diberikan. Besaran biaya provisi minimum yang harus dibayar saat menerima dana cepat KTA adalah Rp250.000. Jika Anda meminjam Rp5.000.000, maka dana yang disetor ke rekening Anda adalah sebesar Rp4.750.000 saja. Dananya langsung dipotong dengan biaya provisi tersebut.

Kedua, ada biaya percepatan pelunasan yang harus Anda bayarkan, jika kebetulan Anda bisa melunasi hutang sebelum berakhirnya masa pinjaman. Besaran biaya ini beragam, tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Jika misalnya biayanya sebesar 5% dan sisa hutang Anda adalah Rp5.000.000, maka keseluruhan biaya yang harus Anda bayar adalah Rp5.250.000.

Ketiga, ada denda keterlambatan yang harus Anda bayar jika Anda tak membayar angsuran tepat pada waktunya. Sama seperti biaya percepatan pelunasan, besaran denda keterlambatan ini ditetapkan oleh pihak bank. Anda harus membayar angsuran bulanan, ditambah persentase denda dikalikan angsuran bulanan, lalu ditambah dengan biaya Rp100.000.

Keempat, ada biaya tahunan yang hanya dibayar jika rentang waktu pembayaran KTA Anda lebih dari satu tahun. Jika pembayaran KTA Anda tak sampai satu tahun, Anda bebas dari biaya ini. Kelima, ada biaya meterai yang merupakan biaya yang harus Anda bayar, untuk mengesahkan semua dokumen yang berkaitan dengan perjanjian kredit Anda dengan bank.

Terakhir, ada biaya asuransi yang harus dibayarkan, jika peminjam meminta bank menagih angsuran pada pihak asuransi, jika peminjam meninggal dunia. Dengan membayar biaya asuransi ini, pihak asuransi yang akan bertanggung jawab atas pinjaman tersebut, setelah meninggalnya peminjam. Aturan asuransi ini termasuk opsional, jadi bisa Anda pilih atau tidak.

  1. Lama Waktu Pelunasan Pinjaman KTA

Jangka waktu pelunasan pinjaman KTA cukup bervariasi, namun rentang waktu terlamanya bisa sampai 3 tahun hingga 5 tahun. Jika jumlah dana yang akan Anda pinjam cukup banyak. Coba perhitungkan dulu apakah Anda bisa membayarnya dalam kurun waktu tersebut. Ingat juga bahwa Anda tak hanya akan membayar angsuran bulanan, namun juga biaya tahunannya.Poinkelimayang inisangatpentinguntukdipertimbangkan demi tidakadakesulitandalampelunasan di kemudianharinya.

Jadikan 5 hal di atas sebagai bahan pertimbangan Anda, sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman KTA. Jika sekiranya tekad Anda sudah bulat untuk melakukan pinjaman KTA, jangan ragu untuk meminjamnya lewat https://www.cekaja.com/kredit. Cekaja.com akan memudahkan Anda, untuk menemukan bank pemberi pinjaman KTA terbaik.

No Comments

Leave a Comment